4 Langkah Skincare (Badan): Review Scarlett Whitening Body

Pasti ibu-ibu kalau ditanya skincare routine-nya apa, langsung bersemangat deh sharing. Dari A-Z, step by step semua dijabarkan, baik produk, kategori produk, manfaat produk, harga produk, dsb. Seringnya nih, semua yang disebut merujuk ke skincare wajah. What about your body (skin) care? They need some loving too! Aku ga pernah buat review tentang skincare sebelumnya. So, me writing a review on Scarlett Whitening Body Line means that it has done wonders for me and I am very much satisfied

“Miu..”

“Miu mana?”

“Sini dong Miu, kok wara-wiri terus..”

“Miu sinii.. Peluk sini..”

Bukan, bukan. Itu bukan dialog Bella ataupun Marzia. Itu Abinya Bella dan Marzia being so manja beberapa waktu terakhir. I was like, “Kenapa deh Bi? Clingy banget akhir-akhir ini.”

“Ga tau.. Miu ada yang beda, deh.. Lebih fresh.. Hm.. Wangi dan.. Putihan ya Miu kayaknya? Gemes akutuh liatnya!”

Abinya para putri proceed to take my hand dan mensejejerkannya dengan tangannya sendiri lalu lantas membandingkan, “tuh, kan. Makin kayak kopi susu kita. Ini Miu beneran putihan deh.”

Pembicaraan di atas lebih kurang adalah salah satu alasan kenapa saya concern not only about my face care, but also body care. Walau sebetulnya Pak Suami sama sekali ngga pernah nuntut macam-macam, tapi, coba deh, Bu, kalau dapat respon seperti itu dari Pak Suami, seneng ngga?

Terlepas dari pendapat suami bagaimana, dari jaman kuliah memang saya selalu punya body care routine karena, menurut saya, rutinitas ini merupakan bentuk dari self-love dan bisa banget berkontribusi menjaga kesehatan mental kita.

Self-love itu penting! Baca juga pengalaman aku berevolusi sebagai bentuk cintaku pada diriku sendiri di: Selalu Mengantuk dan Capek, Kenapa ya?

4 Langkah Perawatan Kulit Rutinku (Body Edition)

Sebetulnya secara umum, 3 langkah pertama yang tertulis di bawah adalah langkah dasar perawatan kulit, baik wajah maupun tubuh. Langkah keempat boleh dibilang bonus, lah. Tapi menurut pandangan saya pribadi, langkah 1 – 3 adalah bentuk kewajiban kita terhadap kulit kita.

  1. Jaga Kebersihan Kulit. Kalau bicara tubuh identiknya dengan mandi, ya. Yang dilakukan pada saat mandi pada dasarnya adalah menghilangkan kotoran dari permukaan kulit, baik secara mekanis, menyiram partikel-partikel kotoran, dan secara kimiawi dengan menggunakan pembersih seperti sabun. Aktivitas mandi adalah aktivitas yang biasa dikerjakan sehari-hari yang kita kerjakan berdasarkan kebiasaan dan termasuk dalam rutinitas yang kita kerjakan tanpa difikirkan lagi. Tetapi, kalau tidak hati-hati dan terlalu ignorant, aktivitas ini dapat juga menyebabkan kulit kering oleh karena terkikisnya minyak alami di kulit, selain juga melalui TEWL (Transepidermal Water Loss atau hilangnya cairan dari sel kulit melalui proses penguapan). Sehingga, untuk mencegah terjadinya hal tersebut, banyak sabun yang hadir dengan sifat tambahan dengan penambahan kandungan bermanfaat lain di dalamnya. Selain itu, untuk sabun yang memiliki pH (tingka keasaman) yang cenderung basa, bisa meningkatkan pH kulit; padahal, pH optimum kulit berkisar di pH 5,4 – 5,9 (cenderung asam) yang dibutuhkan untuk membunuh kuman penyakit.
  2. Lembabkan. Ini terkait pembahasan di atas, di mana efek samping yang mungkin ditimbulkan dari penggunaan sabun adalah kulit yang kering. Pada sabun tradisional tanpa bahan tambahan, pelembab setelah mandi dibutuhkan. Kulit yang lembab (moist, bukan basah, ya – there’s a difference) itu favorable karena bisa menjaga integritas kulit (jadi intact kulitnya). Kita ngga mau ada micro-crack karena dengan adanya crack, mikroorganisme bisa masuk ke dalam dan menciptakan proses penyakit.
  3. Proteksi Sinar UV. Terdapat banyak jenis gelombang sinar yang dipancarkan matahari. Gelombang sinar yang merusak kulit adalah sinar ultraviolet (UV). Gelombang sinar UV yang sampai ke bumi ada dua jenis, UV A dan UV B. UV B yang paling parah dapat menyebabkan kanker kulit. UV A juga dapat menyebabkan kanker kulit dan berbeda dengan UV B, UV A mampu berpenetrasi ke lapisan kulit lebih dalam dan berkontribusi pada proses penuaan (photoaging). Biasanya, saat kita memilik sunscreen, ada indikator SPF dan faktor PA ya. Kalau SPF kita lebih bicara ke UV B, sementara kalau faktor PA (Protection Grade for UV A/ biasanya ditandai dengan jumlah simbol +) lebih ke UV A. Fator PA ini merujuk pada kemampuan produk untuk menghalau UV A dari menciptakan apa yang disebut dengan PPD (Persistent Pigment Darkening/ warna kulit lebih gelap secara persisten). Sejauh ini belum ada riset yang dapat dengan pasti menjawab, faktor PA berapa (faktor PA sendiri berkisar dari + hingga ++++) yang terbaik untuk kondisi matahari di Jakarta; berhubung juga riset-riset yang melihat efek UV A terhadap penggelapan kulit yang sudah ada sebelumnya menunjukkan hasil inkosisten (dalam artian, ada kulit yang terpapar sinar matahari lama, namun lantas tidak menggelap seekstrim kulit lainnya; menunjukkan bahwa banyak variabel yang bermain). Namun, terkait skin darkening, untuk saya pribadi, saya lebih percaya dengan produk dengan PA +++ atau PA ++++.
  4. Perawatan Tambahan. Makin ke sini, makin banyak targeted treatment yang bisa kita pilih tergantung kondisi kulit kita bagaimana. Terkait kulit yang terlihat lebih cerah dan nggak “bulukan” yang berpengaruh menurut saya pribadi adalah eksfoliasi. Aktivitas eksfoliasi ini dimaksudkan untuk membantu mengikis kulit mati. Kulit, walaupun secara makro terlihat tipis, namun di bawah mikroskop terdiri dari beberapa lapisan. Lapisan terluar kita sebut dengan stratum korneum yang lagi-lagi terbagi menjadi lima lapisan. Lapisan terluar stratum korneum adalah kulit mati. Turn over sel kulit berlangsung dalam 28 hari. Tindakan eksfoliasi ini mem-promote proses luruhnya sel kulit mati, sehingga lapisan sel kulit matinya tipis, dan membuat overall tampakan kulit menjadi lebih cerah (dan merah merona segar karena pembuluh darah kapiler lebih terlihat).

Dasarnya lebih kurang seperti itu. Produknya bisa bermacam-macam, bergantung pada kebutuhan kulit kita masing-masing. Nah, regime routine-ku yang paling terbaru adalah produknya Scarlett Whitening. Awalnya karena tergoda sama iklan para influencers di Instagram. I wasn’t expecting much. Eh tapi ternyata emang bagus.

Scarlett Whitening Body

Awal tau brand ini dari para influencers besar di Instagram. Terus lama-lama penasaran, kan. Ini beneran bikin tambah bright kulit? Soalnya yang aku concern dengan kulit tubuhku itu karena tone warnanya beda-beda gitu hahaha. Ada yang bekas luka, jadi hyperpigmented, ada juga bagian yang belang gara-gara dulu sebelum pandemi hobi berenang. Suami ngga pernah komen sama sekali. Like he always says, “kerjain yang buat Miu seneng aja. Aku pasti seneng kalau Miu seneng.” So I did. He always seemed happy and satisfied, but never this delightful. Sepertinya suami saya cucok, Bund, sama Scarlett Whitening hahaha.

Dari kiri ke kanan: (3), (2), dan (1).

Jadi yang saya beli kemarin ada 3 produk, (1) Scarlett Body Scrub (varian Romansa), (2) Scarlett Brightening Shower Scrub (varian Pomegranate), dan (3) Fragrance Brightening Body Lotion (varian Freshy).

Aku beli via Shopee. Kelihatannya kalau di Shopee, banyak promo ya bawaan dari Shopee-nya, selain juga ada potongan dari brand-nya. Jadi kemarin aku beli ada promonya gitu. Di Shopee mereka ada yang official brand page ada yang biasa. Tapi yang biasa linknya juga ada di Instagram mereka, so I think masih asuhan brand mereka juga (?). Selain dari Shopee, bisa di-purchase di Line, maupun Whatsapp.

Overall, pengalaman purchase aku kemarin seamless ya. Barang sampai cepat dan packaging juga rapih. Jadi datang dengan kotak mereka dengan masing-masing produk di-bubble wrap rapih. Aku appreciate sekali ini karena pengalaman aku beli produk di luar negeri, aku coba packing ala-ala, tapi masih bocor juga karena package handling itu kan kadang di luar kuasa kita ya. Jadi mereka ini saking careful-nya, setiap botol di bubble wrap, and on top of that, di-bind lagi keseluruhan produknya dengan bubble wrap lebih besar. Mantap.

Scarlett Whitening Body Scrub

Scarlett Whitening Body Scrub varian Romansa.
Nama: Scarlett Body Whitening Body Scrub
Varian: Romansa
Netto: 325 gram
Harga: Rp 75.000
BPOM: NA18190705488
Kandungan: Glutathione dan Vitamin E (Acrylic Polimer, Triisopropanol Amin, Glycerin, Mineral Oil, Cetyl Alcohol, Cetearyl Alcohol, Propylene Glycol, Glycol Distearate, DMDM-hydantoin, Fragrance, Scrub, Glutathione, Water)
Cara Pakai: Apply scrub to the entire skin, allow about 2-3 minutes, rubbed the scrub, then rinse.
Claim: Membantu mengangkat sel kulit mati, sehingga kulit kamu jadi lebih cerah, lembut dan sehat.

Dari tiga produk yang aku beli, yang paling buat aku penasaran adalah body scrub ini karena jujur aku sudah lama banget ngga eksfoliasi kulit badan. Perhaps sejak hamil Marzia, lah. Makanya ada beberapa belang di badan aku.

Mereka extra-careful banget deh sama packaging mereka. Ini super-tight banget.

Aku takut kulit aku kaget, ya, pake body scrub lagi setelah sekian lama ngga pake. Tapi Alhamdulillah ngga teriritasi karena memang bulirnya sehalus itu. Kecil banget, jadi ngga over-exfoliate dan ngga sakit. Kalau dari deskripsi di Shopee mereka, disarankan penggunaannya 1-2 x/ minggu. Sejauh ini aku pakai 3x/ minggu ngga kenapa-kenapa di kulit aku.

Ini bentukan scrubnya pas pertama kali aku buka.

Bahkan, menurut pengalaman aku, kesan pertama banget yang aku dapet setelah penggunaan pertama adalah kulit aku jadi ngga keliatan buluk lagi wkwk. Ya, itu tadi, basic science-nya adalah karena eksfoliasi mengikis kulit mati dan best-nya produk ini, bulirnya halus, jadi proses eksfoliasi yang terjadi ya sewajarnya aja. Tetap fisiologis untuk kulit.

Untuk body scrub ini mereka punya varian ada dua, Pomegranate dan Romansa. Karena shower scrub aku beli yang Pomegranate, yang body scrub aku beli yang Romansa. Wanginya itu seperti bunga mawar ya. Dari produknya sendiri sama sekali ngga menyengat wanginya. Setelah aplikasi, di kulit menyisakan hint of roses. Love it.

Yang noticeable banget dari kulit aku setelah penggunaan adalah:

  1. Warna kulitku jadi satu tone yang sama,
  2. Warna kulitku jadi lebih bright dari sebelum pemakaian (sangat amat noticeable),
  3. Emollient di dalamnya itu menyisakan kesan halus di kulit even setelah kulit dikeringkan, dan
  4. Wangi-nya yang tersisa pada kulit setelah mandi adalah hint bunga mawar (sopan gitu wanginya, ngga nusuk).

Scarlett Whitening Shower Scrub

Scarlett Brightening Shower Scrub varian Pomegranate.
Nama: Scarlett Brightening Shower Scrub
Varian: Pomegranate
Netto: 300 ml
Harga: Rp 75.000
BPOM: BPOM NA18180701928
Kandungan: Glutathione dan Vitamin E (Sodium Lauryl Sulfate, Sodium Lauryl Sulfate, Fatty Alcohol Sulfate, Coconut Diethanolamine, Coco Amido Propyl Betaine, Lauryl Betaine, Ethyl Diamin Tetra Acetic Acid, Glycol Distearat, Steareth-20 Methacrylate Copolymer, Dmdm Hydantoin, Glycerin, Fragrance, Beads A2 milicapsule, Glutathione, Water)
Cara Pakai: Pada kulit yang basah, tuangkan secukupnya sabun ke shower puff atau tanpa shower puff pun tidak apa. Kemudian ratakan keseluruh permukaan kulit tubuh sambil digosok perlahan lalu bilas dengan air bersih.
Claim: Membantu menutrisi kulit sehingga tetap cerah dan lembap selama menjalani aktivitas seharian.

Aku sekarang ongoing pakai shower scrub ini. Konsistensinya mirip gel dengan hint warna ungu khas Pomegranate, ya. Di dalamnya terdapat bulir-bulir yang dimaksudkan untuk eksfoliasi juga sepertinya. Bulirnya kecil-kecil dan konsentrasinya dalam gel tidak sepadat body scrub.

Ngga cair banget, tapi ngga terlalu kental juga. Tutup botolnya secure sekali. Ngga mudah terbuka. Jadi aman dibawa-bawa.

Aku dan suami setuju banget kalau shower scrub ini wanginya fresh dan awakening gitu. Sama seperti body scrub-nya, dia juga mengandung Glutathione dan Vitamin E. Walau begitu, menurut pandangan aku pribadi, efek mencerahkannya ngga langsung seperti body scrub. Setelah pemakaian seminggu suami aku notice kulitku lebih cerah dengan shower scrub ini.

Itu yang warna biru dan merah adalah beads-nya yang

Selesai mandi dengan shower scrub ini, yang paling noticeable menurut aku adalah kulit aku terasa plump sekali – if that make any sense. Ibu-ibu pernah kan make sheet mask di wajah? Terutama yang kandungannya me-moisturize. Kulit kita habis pakai sheet mask jadi supple dan plump banget kan? Nah, mirip-mirip gitu, tapi ini kulit badan. Jadi moist banget. Suami suka, jadi dia ikutan pake juga dan ge-er nya dia merasa lebih cerah kulitnya sejak pakai shower scrub ini hahaha.

Fragrance Brightening Body Lotion

Fragrance Brightening Body Lotion varian Freshy.
Nama: Fragrance Brightening Body Lotion
Varian: Freshy
Netto: 300 ml
Harga: Rp 75.000
BPOM: BPOM NA18190123882.
Kandungan: Glutathione dan Vitamin E (Acrylic polimer, Cetearyl Alcohol, Triisopropanol Amin, Propana-1-2-diol, Propane-1,2,3-triol, DMDM-Hydantoin, Fragrance, Beads A2-millicapsule, Glutathione, Water)
Cara Pakai: Massage into hands and body to help moistuize and care for your skin. Gunakan setiap hari pagi dan malam secara merata di seluruh tubuh untuk hasil yang maksimal.
Claim: Membantu menutrisi kulit sehingga tetap cerah dan lembap selama menjalani aktivitas seharian.

INI! Ini favorit aku banget. Notice di namanya mereka sebut fragrance, yes? Menurut aku unique selling point dari body lotion mereka, selain masih in line dengan overall purpose of the brandwhich is mencerahkan kulit, adalah wangi dari produk ini. Aku suka banget wanginya.

Jadi untuk body lotion, mereka ada empat varian, Charming, Romansa, Fantasia, dan Fresh. Salah satu temen kantor ada yang pake varian Charming yang menurut aku pribadi mirip Baccarat Rouge 540 Eau De Parfum (amber, floral, woody breeze).

I’m guessing kalau varian Romansa mirip-mirip wanginya sama body scrub dengan varian sama. So I decided to try yang varian Fresh untuk body lotionnya dan wanginya mirip sama Jo Malone English Pear & Freesia Eau De Cologne. Mahal banget ngga sih wanginya?

Selain itu, aplikasi lotion-nya juga memberikan efek yang noticable banget di kulit aku. Jadi lebih cerah dibanding sebelum pemakaian (se-instan itu), warna kulitku terlihat lebih rata/ satu tone, dan jadi halus upon touch.

Tapi semerbak wanginya sih yang buat aku bakal repurchase lagi body lotion-nya. Aku suka. Soalnya aku kan di atas lotion ini pake lagi UV screen aku – yang emang wanginya agak medicinal gitu. Nah, dengan menggunakan lotion ini di bawahnya, walau ditimpa sama UV screen aku, wanginya tetap kuat dan ada, tapi ngga overpowering.

Wajib ada di atas meja kerja aku karena aku sering banget pake hand sanitizer di kantor. Jadi perlu moisturizer.

Aku ngga perlu khawatir bawa body lotion ini ke mana-mana. Soalnya mereka punya tutup praktis banget. Jadi di pump-nya itu bisa digeser either ke kiri (mengunci) dan ke kanan (membuka). Sama sekali ngga perlu khawatir dia bakal kececer di dalam tas.

Ini salah satu detil packaging mereka which I love love love.

Jujur awalnya aku ngga ngeh kalau pump-nya bisa kunci sampai temen kantorku meratiin botol ini di atas mejaku terus dia nanya, “dok, lo ga tau ya itu bisa dilepas?” Jadi memang botol ini saat datang dilengkap kunci tambahan yang bisa dilepas-pasang (mungkin untuk safety pengiriman). Ada beberapa produk skincare wajahku dari Korea yang juga pakai kunci seperti ini dan ngga pernah aku buang, aku pakein terus. Tapi ternyata brand ini bahkan lebih thoughtful dan user friendly dibandingkan produk Korea itu. Ngga perlu pakai kunci tambahan yang bisa dilepas-pasang ini (yang memang pasti ada risiko hilang kalau berpindah tempat) karena pump mereka sudah dilengkapi dengan kunci, tinggal geser kiri-kanan aja. How convenientI appreciate that they took thoughts and extra care into their packagingthis is definitely a plus point!

Glutathione dan Vitamin E

Unique selling point dari produk mereka overall menurut aku adalah Glutathione dan Vitamin E yang ada dalam setiap produk. Kedua-duanya adalah antioksidan dengan manfaat dan cara kerja berbeda, but when working in tandem, mereka mem-promote terbentuknya kulit yang cerah, lebih halus, dan sehat.

Di packaging mereka tidak dicantumkan Glutathione yang digunakan jenis apa dan berapa persen, tapi I assume sama dengan standar konsentrasi yang umum digunakan untuk sediaan topikal (untuk lokal di kulit). Salah satu studi klinis yang dilakukan di Filipina menunjukkan bahwa pemakaian GSSG (oxidized glutathione) 2% secara topikal mampu (1) menurunkan indeks melanin (pigmen kulit/ yang memberi warna pada kulit), (2) meningkatkan kandungan air para stratum korneum (jadi overall kulit lebih moist), (3) meningkatkan kelembutan kulit, dan (4) menekan pembentukan kerutan kulit.

Loh, jadi bahas kerutan? Buibu tapi tahu kan kalau sinar UV itu responsible terhadap terjadinya penuaan dini melalui proses photoaging? Penuaan dini pada kulit secara klinis ditandai dengan, tidak hanya kerutan, tapi juga kulit kusam, kulit kendur, warna kulit yang tidak merata (bahkan hingga adanya bercak kehitaman), dan kulit kering. Penuaan kulit bisa disebabkan oleh faktor intrinsik (dari tubuh kita sendiri), maupun ekstrinsik (dari luar tubuh). Sinar UV menjadi salah satu faktor penyebab penuaan dini kulit yang masuk dalam kategori ekstrinsik. Radiasi sinar UV menyebabkan penuaan dini melalui pembentukan radikal bebas dan ROS (reactive oxygen species) yang mengganggu sintesis kolagen, degradasi kolagen dan elastin, serta merusak komponen lemak dari membran sel, sehingga menyebabkan pelepasan ceramide dan asam arakidonat. Hilangnya ceramide menyebabkan hilangnya cairan dari dalam sel (kulit jadi kering), sementara hilangnya asam arakidonat mendukung inflamasi (mendukung penuaan). Secara keseluruhan proses ini termasuk dalam kerusakan oksidatif (yang menyebabkan penuaan dini) dan antioksidan mengurangi kerusakan oksidatif tersebut. Vitamin E yang diaplikasikan secara lokal di kulit (topikal) bekerja sebagai antioksidan yang mendukung perbaikan kulit dan efektif mengurangi hiperpigmentasi yang dipicu oleh sinar UV.

Tapi, tetap, untuk pencegahan kanker kulit, mempertahankan cerahnya kulit, dan mencegah penuaan dini dengan lebih maksimal lagi, saran aku, baiknya penggunaan produk ini disertai dengan penggunaan UV screen dengan adanya SPF dan PA.

End Words

So, in conclusion, I love love love Scarlett Whitening products that I tried as I’ve mentioned above. I am definitely going to repurchase, especially body lotion mereka yang juara banget!

Oh iya, satu lagi aku mau mention yang aku appreciate dengan brand ini adalah aku lihat di packaging mereka mencantumkan logo Leaping Bunny yang menandakan bahwa dalam uji coba skin care ini (sebelum dikeluarkan ke publik) mereka melakukan testing yang tidak menyertakan uji coba pada hewan di dalamnya – jadi cruelty free – dan kita sebagai pengguna tidak merasa guilty. Ada label tersebut berarti mereka telah menempuh jalur resmi untuk memastikan betul-betul produk mereka sesuai klaim mereka, cruelty free. ALSO! Ada logo halal dong. Makasi banget ya temen-temen dari Scarlet Whitening udah mengusahakan banget produknya up to standard. Them taking extra miles for animals and making sure we as Muslim users can be rest assured is a very exemplary action and I salute them for that.

I encourage you to try and I believe you’ll fall for them because their claim does work! Silahkan temen-temen kalau mau pesen bisa via Official Shopee, Shopee Mall, Line, ataupun Whatsapp mereka.

Cheers!

26 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *