Chat Konsultasi Dokter di Aplikasi Mobile JKN

Temen-temen tahu nggak kalau sekarang kita bisa konsultasi dengan dokter di klinik/ puskesmas temen-temen via chat? Yuk kenalan dengan aplikasi keluaran BPJS, yakni Mobile JKN.

Buat temen-temen yang handphone-nya belum bersua dengan aplikasi ini, silahkan unduh di Google Playstore untuk pengguna Android dan Apple Store untuk pengguna iPhone.

Nanti kalau cari di Google Playstore atau Apple Store lambangnya yang ini ya.

Fitur aplikasi ini sebetulnya ada banyak sekali. Salah satunya yang paling bermanfaat adalah fitur untuk pindah FKTP. Jadi, FKTP (fasilitas kesehatan tingkat pertama) seharusnya merupakan tempat pertama temen-temen berobat karena pendanaan pengobatan peserta disalurkan salah satunya ke FKTP tempat peserta terdaftar.

Saya sebetulnya sudah pernah membahas tentang FKTP sebelumnya. Silahkan mampir ke “Kenapa Tidak Dicover BPJS, dok?” untuk informasi dasar mengenai kepesertaan BPJS temen-temen.

Silahkan cek kartu BPJS temen-temen untuk mengetahui FKTP (Faskes Tingkat I) masing-masing.

Aturan mainnya, kalau seseorang sakit sebetulnya ketemu dulu dengan dokter umum di FKTP (kondisi non-gawat darurat). Kalau ternyata permasalahan penyakitnya tidak termasuk dalam kompetensi dokter umum, baru dirujuk ke dokter spesialis. Nah, temen-temen bisa ketemu dokter umum di FKTP tempat BPJS temen-temen tedaftar.

Tapi yang kita concern sekarang kan rumah sakit justru menjadi point penularan COVID-19 karena kita nggak tahu jangan-jangan pasien sebelah adalah OTG (Orang Tanpa Gejala) atau malah ODP (Orang Dengan Penyakit).

Oleh karena itu, untuk memudahkan konsultasi dengan dokter selama masa pandemi COVID-19 ini, BPJS mengeluarkan fitur Konsultasi Dokter yang bisa temen-temen akses di Halaman Utama aplikasi Mobile JKN.

Gambar Halaman Masuk aplikasi Mobile JKN.

Jadi setelah mengklik gambar icon yang sudah saya tampilkan di atas, akan muncul Halaman Masuk ini untuk Login atau Daftar (bagi yang belum punya akun JKN Mobile). Kalau memang belum daftar, ikuti saja tahapan pendaftarannya. Mudah, kok, nggak perlu ke kantor BPJS ataupun upload file apapun. Pastikan kamu punya email aktif aja.

Ini Halaman Utama. Banyak fitur di sini ya. Seperti yang bisa dilihat, bahkan Halaman Utama punya banyak menu yang tersimpan dan bisa muncul kalau kita swipe kanan.

Begitu Login, kita akan di-direct ke Halaman Utama yang menampilkan banyak pilihan fitur. Silahkan teman-teman klik Konsultasi Dokter (icon-nya ada label new-nya).

Halaman Konsultasi Dokter.

Kalau belum pernah konsultasi, maka tampilan Halaman Konsultasi Dokternya seperti di atas ya. Silahkan langsung klik Mulai Konsultasi untuk memilih dokter.

Dari Halaman Konsultasi Dokter di-direct ke Halaman Pilih Dokter.

Kebetulan di FKTP saya, Satpelkes Dinas Teknis Abdul Muis, dokter umumnya dan dokter giginya masing-masing cuma satu ya. Jadi tinggal dipilih mau kosultasi ke dokter umum atau dokter gigi. Kalau dokternya sedang tidak waktunya praktek, maka bullet di dekat logo namanya berwarna abu-abu. Warnanya hijau jika dokternya sedang dalam jam prakteknya. Silahkan kemudian klik chat.

Kalau di klinik, saya menerapkan agar pasien yang sudah berkonsultasi dan sekiranya mendapatkan obat, untuk kemudian mengambil obat ke klinik dengan menunjukkan bukti konsultasi dengan dokter. Saya kurang tahu kalau di klinik lain atau di puskesmas. Saya kira mungkin mereka sesuaikan dengan kondisi tiap klinik dan puskesmas terkait teknis pengambilan obat/ surat rujukan/ tata laksana lanjutannya.

Oh iya, sedikit disclaimer: Saya bukan orang BPJS. Saya membagikan apa yang saya ketahui dan yang saya praktekkan sehari-hari. Soalnya menurut saya sayang, belum banyak pasien tahu. Padahal aplikasi dan fitur-fiturnya beneficial sekali buat pasien. Jadi sayang kan, kalau fitur sebaik ini tidak terpakai hanya karena sosialisasi yang kurang.

Semoga penjelasan singkat ini bisa cukup dimengerti dan applicable ya. Selamat mengunduh dan mencoba. Stay safe everyone.

Mau mengingatkan sekali lagi untuk membaca “Kenapa Tidak Dicover BPJS, dok?” terutama bagi mereka yang masih bertanya-tanya terkait penggunaan kepesertaan BPJS mereka. Silahkan klik tulisan ini.

28 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *