Hotel Kuretakeso Kemang Jakarta (Review) – Hotel ala Jepang dengan Onsen

Sudah kangen jalan-jalan belum? Semoga pandemi ini segera berakhir ya. Supaya kita bisa jalan-jalan lagi. For now, kita stay positive dulu aja ya semoga by the end of June, things will be back to normal. Nah, pertanyaan selanjutnya adalah: kalau sudah normal, temen-temen mau ngapain? Kalau mau staycation, I have just the unique place you may want to try: Hotel Kuretakeso Kemang Jakarta.

Namanya Jepang banget, kan? Well, yes, karena memang ini adalah Japanese-themed hotel. Kami berkunjung ke sana Desember 2019 kemarin, sebelum COVID-19 merebak di Indonesia. Kami memang senang staycation di Jakarta. Selain karena nggak ribet (parents with toddler can relate perhaps) – especially karena waktu itu saya lagi hamil besar-besarnya, juga karena lebih hemat. Jangan sampe budget menghambat bersenang-senang, apalagi kalau endorphine lagi dibutuhkan banget (in my case, I am heavily pregnant working Mom with a toddlerthat vacation is a must!).

Jaman sekarang, mau liburan mudah banget, kan. Harga online bersaing banget. Kami kemarin pake Traveloka. Kalau pinter-pinter nyarinya, pasti ada aja promonya. Itu kami dapet promo dari bulan November yang event 11.11. Jadi potongan mungkin sekitar 70 ribu. Lumayan banget kan?

Jadi kami memang kalau pilih tempat untuk staycation biasanya yang unik-unik. Kalau ndak unik, biasanya nyari yang makanannya high ranked hahaha. Kalau Hotel Kuretakeso Kemang ini kelebihannya mereka punya onsen. Jadi semacam pemandian air panas ciri khas masyarakat Jepang. Berhubung lagi hamil besar, badan pegel-pegel banget kan. Lumayan, nih, kita coba. Mana tau bisa bikin relax. Niat awal begitu.

Dan, iya, memang jadi rileks!

Onsen Hotel Kuretakeso Kemang, Jakarta

Onsen (pemandian air panas) di Hotel Kuretakeso Kemang, Jakarta.

Lebih kurang bentuk onsennya seperti di atas. Pastinya onsen perempuan dan laki-laki terpisah. Foto di atas ruangan perempuan. Kalau yang laki-laki ada ruangan saunanya segala menurut suami saya. Suami juga cerita hal unik yang dia temui saat berendam di onsen. Suami kebetulan masuk onsen di pukul 20.00 WIB. Saat masuk, suasana sepi dan Pak Suami sendirian. Belum berapa lama, datang WNA Jepang berkelompok untuk berendam. Yang lucunya adalah, tidak satupun dari mereka menggunakan penutup alias semuanya naked! Suami risih, akhirnya memutuskan untuk kembali ke kamar ha ha ha.

Setelah baca-baca memang di Jepang ada aturan mainnya masuk onsen ini. Keesokan harinya, sebelum saya mencoba, saya baca-baca dulu caranya. Berikut pengalaman saya mencoba berendam di onsen Hotel Kuretakeso Kemang, Jakarta:

  • Onsen di Hotel Kuretakeso Kemang memiliki visiting hoursnya. Jadi pastikan diperiksa dulu (tertera di pamflet di kamar) atau telfon resepsionis dulu untuk memastikan (takutnya sedang dibersihkan juga).
  • Untuk menjaga keamanan, pintu masuk onsen dilengkapi dengan kunci kode yang diberikan kepada kita jika kita bertanya pada petugas resepsionis saat check in.
Sink luas dilengkapi shampoo, conditioner disposable pantry dan bra, dan hair dryer.
Lemari berisikan handuk bersih yang boleh dipakai. Ada tempat untuk menaruh handuk bekas juga dan mesin cuci dengan deterjen yang tersedia jika ingin mencuci baju. Pintu yang tampak di atas adalah pintu menuju onsennya.
Disposable panty.
Disposable bra, body lotion, shampoo, dan conditioner.
Tersedia cup untuk minum air putih dari dispenser. Tempat berwarna krem di sebelahnya adalah untuk meletakkan gelas bekas.
  • Onsennya terdiri dari 3 ruangan. Ruang pertama adalah ruang ganti yang dilengkapi dengan hal-hal yang sudah saya jabarkan di atas. Ruang kedua toilet. Ruang ketiga onsennya itu sendiri.
  • Saat masuk, onsen sepi dan saya sendirian. Jadi saya lepas pakaian dan meletakkan di loker yang didegsinated untuk menyimpan barang-barang pribadi. Loker di Hotel Kuretakeso Kemang ini tidak terlalu besar, jadi ada baiknya bawa diri, handphone, dan kartu kamar saja.
  • Tidak ada ruangan ganti baju di sini. Tapi mereka menyediakan satu toilet untuk BAK dan BAB. Kalau ada orang lain selain saya, mungkin saya akan buka baju di sana. Tapi berhubung saya sendirian, saya ganti baju langsung di ruangan pertama saya masuk tadi.
Begitu masuk, tampak kursi disertai dengan baskom dan ciduk di atasnya. Shampoo dan sabun sudah disiapkan.
Onsennya ngga terlalu panas. Hangatnya cukup untuk relaksasi.
  • Setelah menggunakan disposable panty dan bra, saya masuk ke onsen. Sebaiknya tidak usah membawa handuk karena tidak ada tempat untuk meletakkannya. Hal pertama yang dilakukan adalah membilas diri, seperti yang diminta oleh papan tersebut. Baru setelah itu boleh masuk ke dalam onsen (untuk memastikan kandungan onsennya terjaga dan bersih).
  • Sesudahnya kita juga diminta untuk membersihkan diri sekali lagi.
  • Saya hanya berendam sekitar 10 – 15 menit di dalam onsen mengingat saya sedang hamil dan sedikit mengkhawatirkan janin saya kenapa-kenapa kalau lebih lama lagi. Ohiya, saya memutuskan untuk mencoba onsen walau sedang hamil setelah membaca artikel yang menyatakan bahwa selama kita bisa memastikan bahwa suhu tubuh kita naik tidak terlalu tinggi saat masuk dalam onsen, maka wanita hamil boleh berendam di onsen.
  • Sebelumnya, saya pernah punya pengalaman berendam di hot jacuzzi di Quayside Seafront Condominium (ketika tidak hamil) dan itu panas sekali. Seingat saya temperaturnya sekitar 40 derajat Celcius dan itu panas sekali. Di onsen kemarin saya tidak melihat adanya penanda suhu, tapi saya asumsikan hanya 70% dari panas hot jacuzzi yang saya rasakan di Quayside Seafront Condominium.

Jujur saja, setelah berendam di onsen, padahal ngga sampe 15 menit ya, pulang-pulang saya langsung ngantuk dan tidur lama! Nggak main-main tidurnya langsung 2 jam. Padahal sebelum berendam saya nggak ada ngantuknya sama sekali. Suamipun begitu. Bangun tidur langsung fresh banget! Kayak habis dipijat. Serius deh ini enak banget. Wajib coba.

Okay, enough about the onsen. Sekarang tentang hotelnya itu sendiri. Hotel Kuretakeso Kemang ini letaknya bukan yang di tengah-tengah blok keramaian Kemang, ya. Hotelnya sebetulnya kecil, bukan yang tipe besar. Parkirannya juga terbatas, nggak banyak. Syukur kami datang di malam hari setelah maghrib, jadi mungkin guests yang lain sedang pada keluar, jadi dapat parkiran di paling bawah dekat lift. Tapi besoknya pas kami jalan-jalan keluar, kami baru notice how packed the parking spots were (di lantai dasar). Bener-bener empet-empetan.

Begitu masuk ke lobby, langsung terlihat interior khas Jepangnya. Check-in mudah dan cepat, tidak perlu deposit, dan petugas resepsionisnya walau ganti-ganti selama saya di sana, semuanya ramah. Ramahnya konsisten gitu.

Mereka punya gym di lantai satu. Jadi sehabis check-in kebetulan petugas resepsionis itu nganter sampe lift. Di depan lift ada gymnya. Dia ngejelasin fasilitas yang ada sambil nganter kami ke lift.

Kamar di Hotel Kuretakeso Kemang Jakarta ini ada tiga jenis:

  • Kamar Executive (dengan tatami)
  • Kamar Executive (no tatami)
  • Kamar Deluxe

Kalau kami kemarin liburan di Kamar Executive no tatami. Jadi kalau kamar tatami ini ya.. Ada tataminya hehe. Jadi nggak pake bed frame tempat tidurnya. Dari kasur (spirng bed ya bukan futon), dasarnya tatami. Dan kelihatannya bedanya dengan yang no tatami adalah kalau kamar tatami mereka sediakan yukata untuk dipakai.

Kamar Executive (No Tatami) Hotel Kuretakeso Kemang, Jakarta.
Kamar mandi Hotel Kuretakeso Kemang, Jakarta. Agak sempit, tapi dia punya bathtub. Ya lumayan lah.
Heated toilet Hotel Kuretakeso Kemang Jakarta. Banyak opsi yang saya nggak ngerti. Unik sih, tapi menurut saya ribet aja (kalau posisi nggak pas, air nggak keluar astaga). Toiletnya secara umum hangat (seperti ada heaternya?). Kursi dudukannya juga hangat (bisa dikontrol). Tapi dengan cuaca Jakarta yang juga panas menurut saya kurang dapet aja hahaha.

Perbedaan antara kamar Executive dan Deluxe selain terletak pada ukuran adalah pada fasilitas WiFi internetnya. Katanya sih yang Executive tiap ruangan ada routernya masing-masing. Tapi devices saya nggak ada yang nyambung satupun dengan internetnya kemarin. Sampai-sampai kami manggil ITnya dan petugasnyapun nggak bisa sambungkan. Tapi dia cari solusi dengan cara menyambungkan ke WiFi kamar lain yang kosong (jadi masing-masing kamar ada username dan passwordnya). Tapi putus-putus terus internetnya. Jadi kami pakai paket data saja deh (not really an issue, but since they promote their room WiFi service, I need to mention this). TV cable standar ya (besar sih TV-nya, dibanding luas kamarnya jadi kelihatan huge banget TVnya hehe).

Karena saya datang belum makan, jadi saya coba pesan in room service-nya. Mereka punya beberapa menu dengan standar harga seperti kalau ke restoran ala-ala Jepang.

Ini menunya ada yang menu set, ada yang ala carte. Karena saya makan sendirian (suami sudah makan) karena takut kebanyakan ya saya pesan ala carte aja. Tampilannya seperti katsu pada umumnya. Rasanya? Ya kayak katsu pada umumnya aja hehe.

Sebetulnya mereka punya beberapa spot yang mereka marketkan, seperti manga reading spot. Tapi nggak saya foto karena waktu saya datang kondisi sedang berantakan (sepertinya mereka sedang kedatangan tamu study tour dari salah satu universitas di Jepang, dan ada coffee break table yang bahkan belum dibereskan). Ruangannyapun (sebetulnya nggak cocok disebut ruangan karena pojok aja) digelapkan. Manganya pake Bahasa Jepang semua hehe.

Menu sarapan di Hotel Kuretakeso Kemang, Jakarta.

Kami berharap sarapannya bisa jadi saving grace, tapi ya lumayan lah. Mereka menyediakan menu Indonesia dan Continental, selain menu Jepang, walau pilihannya nggak banyak. Jadi isi piring saya ya campur aduk. Yang agak kurang adalah nasinya. Soalnya ini kan hotel ala Jepang ya. Tadinya ngarep nasinya standar Japanese rice pada umumnya. Ternyata tidak saudara-saudara. Bahkan agak kering nasinya hehe. Tapi misonya enak 🙂

Overall, saya cukup puas dengan visit saya ke Hotel Kuretakeso Kemang Jakarta. Ada lebih dan kurangnya. Harganya juga termasuk ke harga budget hotel ya. Tapi, yang menjual banget terutama adalah onsennya sih. I’ll be back for the onsen, in sha Allah.

14 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *