Review: Intro to Prenatal Yoga di Nujuhbulan Studio

Keseharian kehamilan kedua Ummi kali ini dihabiskan dengan bekerja, bermain dengan Bella, dan mensyukuri hidup bersama Abi. Mungkin karena itu, berbeda dengan saat kehamilan Bella dahulu, Dedek Jovandi 2.0 di perut Ummi Alhamdulillah berkembang dengan sehat dan sangat pesat.

Kalau mengenang masa lampau rasanya mau senyum-senyum sendiri. Saat hamil Bella memang Ummi terpisah kota dengan Abi karena Ummi masih ada tanggung jawab terhadap negara yang harus dipenuhi (duile). Tapi Abi yang lagi kasmaran banget sama Ummi waktu itu (haha) bela-belain sekali seminggu minimal jengukin Ummi di kota seberang. Tetap saja perkembangan psikis Ummi berbeda dengan para Ibu yang senantiasa bersentuhan dengan suami. Terlebih, Ummi dan Bella saat itu menghadapi kondisi yang disebut Plasenta Previa, di mana plasenta Ummi ngga naik-naik dan menutupi jalan lahir.

PP Bleeding
Setiap ada kontraksi sedikit, plasenta bergeser, sehingga rentan terjadi perdarahan.

Sehingga, setiap capek sedikit, kontraksi sedikit, terjadilah perdarahan – sampai akhirnya, mendekati 37 minggu, Hb Ummi turun ke 7 mg/ dL (normal Hb wanita Indonesia kisaran 12 – 14 mg/ dL). Perkembangan Bella-pun saat itu, walau sehat, tapi cenderung mungil. Sehingga Ummi dapat PR tambahan di usia kehamilan 35 minggu Ummi, di mana saat itu berat Bella masih 1700 gram (padahal TBJ/ Taksiran Berat Janin normal di usia kehamilan 35 minggu berkisar antara 2300 – 2500 gram). Singkat cerita, dengan kondisi penuh risiko yang ada, Ummi harus bertemu Bella melalui proses SC. Sedih, tapi mau bagaimana lagi.

Secara pribadi, menurut Ummi, melahirkan secara SC itu sama sekali nggak mengenakkan karena sequale yang dirasakan Ummi sesudahnya (nyeri di lokasi jahitan tiap jeglukan jalan sampai 1 tahun pasca-melahirkan Bella). Belum lagi, di awal, Ummi sama sekali tidak berdaya sampai setidaknya 7 hari pertama pasca-SC. Miring kanan kiri untuk menyusui Bella itu struggle sekali. Rasanya bekas jahitan operasi seperti disayat-sayat setiap bergerak. Singkat cerita: Ummi kapok!

Makanya di kehamilan kedua ini, Ummi bertekad untuk bisa VBAC (Vaginal Birth After Caesarean Section) atau dikenal juga dengan istilah TOLAC (Trial of Labor After Caesarean Section). Semoga di post berikutnya Ummi bisa lebih elaborative tentang prosedur ini. Gampangnya, Ummi mau coba lahiran normal di kehamilan kedua ini.

Nah, mengingat Ummi belum punya pengalaman sama sekali terkait melahirkan normal (cuma pengalaman bantu lahiran normal, tapi melahirkan normalnya sendiri belum pernah hehe), Ummi berusaha untuk mencari info mengenai pengalaman sejawat ibu-ibu dalam melahirkan normal, terutama dari yang sudah sukses VBAC/TOLAC.

Fun Facts: Ummi gabung di beberapa grup WA ibu-ibu dari Orami group (ada grup pregnant mom, working mom, toddler mom, dsb). Di sini kita bisa saling sharing. Klinik di sini untuk bergabung. Dari sana, Ummi juga download Orami Parenting App yang di dalamnya ada forum-forum tempat sharing bersama experts!

One of the most important things adalah berteman dan menerima rasa nyeri sebagai bagian dari proses melahirkan. Bahwa melahirkan itu pasti nyeri, itu kita harus bisa menerima dan legowo. Kita harus bisa meyakinkan diri bahwa the pain is managable karena Allah SWT pasti memberikan cobaan yang bisa dilalui oleh hamba-Nya. Bahwa perempuanlah yang diberikan kelebihan dan spare part untuk melahirkan – bukan para lelaki – menunjukkan bagaimana sebetulnya perempuan itu kuat menahan nyeri melahirkan. Sekarang pertanyaannya tinggal: how to successfully manage the pain so it becomes bearable?

Ya, pertanyaan pertama Ummi ga muluk-muluk. Cuma sekadar, gimana caranya supaya nyerinya bisa tertahankan. Dari sharing ibu-ibu online, Ummi menemukan bahwa banyak ibu-ibu sejawat yang bahkan bukan hanya sukses VBAC/TOLAC, tapi bahkan bisa melahirkan dengan senyum! That’s mind blowing, I personally think. Tips and trik mereka banyak, tapi semuanya memiliki satu keyakinan yang sama yakni: we need to master our breathing to master our mind. Dengan memastikan pernafasan baik, maka oksigen ke otakpun akan baik dan optimum. Ketika otak oxygen-deprived, maka akan menyebabkan kita tidak bisa berfikir jernih, let alone mengontrol/ menguasai emosi.

Dasarnya dari sana sih. Nah, what better way to master our breathing than through yoga?

Itulah awal Ummi kenal dengan Nujuhbulan Studio. Ini termasuk salah satu studio yoga yang menyediakan kelas prenatal yoga untuk ibu hamil (the words natal refers to birth, and thus, prenatal means before birth). Dari banyaknya yang menyebut nama studio ini di dunia maya, Ummi bisa mengambil kesimpulan bahwa it is among the infamous ones. Di antara banyaknya studio yoga, Nujuhbulan ini berfokus pada kehamilan (jadi yoga yang ditawarkan adalah yoga sebelum dan sesudah melahirkan; termasuk di dalamnya adalah couple yoga untuk kehamilan/ prenatal couple yoga). Selain itu juga mereka berfokus pada child birth education, jadi seputar merawat anak. Their programs are great for first time parents. 

Ok. Onto the review we proceed..

Jadi mereka ini punya dua studio, ada yang di Cilandak dan ada yang di Bintaro. Kebetulan kemarin Ummi awalnya mendaftar untuk kegiatan prenatal yoganya di studio Cilandak. Tapi dilala Ummi sempat sakit dan harus dirawat di RS. Mengingat uang yang ditransfer untuk kelas tersebut non-refundable (IDR 250rb), jadi Ummi minta supaya di-reschedule aja untuk upcoming class di Bintaro. Masing-masing cabang punya CP-nya sendiri-sendiri. CP WA-nya responsif sekali (so, 5 stars ★★★★★ for their awesome and very helpful customer service).

Kelas yang Ummi ambil kemarin adalah kelas Intro to Prenatal Yoga dengan pengajar yang tidak memiliki background kesehatan, tapi certified at yoga training. Kelasnya intro ini wajib diambil para ibu yang ingin mengikuti kelas yoga reguler dan kelas yoga couple. Kelas ini berlangsung selama lebih kurang 2 jam. Lebih kurang 1 jam pertama adalah penjelasan mengenai yoga dan prenatal yoga. Baru kemudian 1 jam dilanjutkan dengan yoga practice-nya itu sendiri.

Screenshot_20200205-150715
Ummi curi-curi foto sebelum kelas dimulai.

I personally enjoy yoga practice-nya. Pengajarnya profesional di bidang yoga. Sekedar mendengar instruksinya saja sudah membuat hati tenang. But, how I wish she had equipped herself with more materials on reproductive health, soalnya slide-show yang ditampilkan ada membahas tentang itu tapi she failed to explain it. I know because I come from a health-provider background. Agak ga ngena aja. Jadi berasa kurang pas di hati hehe.

Sebelum mengambil kelas ini sebenarnya Ummi sudah pernah beberapa kali ikut kelas senam hamil yang dipimpin oleh bidan di RS Tambak. Walau judulnya senam hamil, mereka mengajarkan beberapa beneficial yoga poses suitable for pregnancy. Bidannya menjelaskan reasoning di balik pose yang diajarkan and I love it! Mungkin karena Ummi sudah punya pengalaman seperti ini, jadi Ummi memiliki ekspektasi yang lebih pada studio ini sebelum datang – especially when recalling how famous this studio is among prenant mommas. 

But again, itu hanya satu dari banyak trainers yang mereka punya sih. Who knows, trainers yang lain lebih bisa menjelaskan secara medis 🙂

Screenshot_20200205-151026
Gemes deh. Mereka punya satu sisi dinding dedicated untuk memberikan pesan-pesan penyemangat untuk para bumils. From bumils to bumils~

What I love best about the studio is their decor ❤ Gemas sekali sih. Dipenuhi nuansa pastel, pink, dan ungu (my favorite color). Jadi mood saat baru dateng juga udah hepi deh liat ruangan lucuks. Studio latihannya juga bersih, sophisticated looking dan modern looking. Jadi nyaman sekali berlatih di sini sebetulnya.

Studio Nujuhbulan
Ini settingan kelas yoga-nya. Fotonya diambil dari website Nujuhbulan.com.

Sesi yoganya sendiri sangat amat menyenangkan dan membuat relaks. Pelatihnya ramah sekali, very pro, dan sangat attentive sekali dengan students-nya. Selama sesi berlangsung, standarnya kelas yoga, pelatihnya menyalakan musik relaksasi, jadi by the end of the sessionyou can really notice the changes in your muscle tone. Selain itu, to set up the mood, pelatih meredupkan cahaya di momen yang tepat, jadi betul-betul dibantu relaks dari segi tone of instruction, gerakan, maupun lingkungan fisik yang diciptakan. Malamnya tinggal tidur nyenyak deh!

Ummi berusaha book kelas selanjutnya, yakni couple prenatal yoga. But I was too late karena ternyata slotnya sudah full saat Ummi mau daftar.

So, my overall review:

  1. Studio Decor ★★★★★
  2. Website/ Social Media Updates ★★★★★
  3. Customer Service Response ★★★★★
  4. Trainer ★★★★
  5. Yoga Session ★★★★★

I will come back for sure. In the meantime, sambil nunggu kelas selanjutnya, Ummi bisa pakai ilmu yang sudah dipelajari di kelas untuk diterapkan di rumah ❤

6 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *